<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Kaki ini istirahat setelah menyentuh pintu surga</title>
	<atom:link href="http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zaujah.abuaisyah.org</link>
	<description>Catatan, perjalanan, nasehat, dan silaturahim Ummu Aisyah Al Atsari</description>
	<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 03:58:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>suasana kerja di KB-TKIT mutiara hati</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=14</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=14#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 03:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah aku sangat menikmati kerja di LPIT Mutiara hati. suasananya jauh-2 berbeda dengan tempat bekerjaku sebelum-belumnya. Disini semua guru dan karyawan wanita semua. Benar-benar tidak ada yang namanya khalwat. Sholat jamaah benar-benar dijaga. Dan yang terpenting aku bisa belajar banyak dari anak-anak didik KB-TKIT Mutiara hati.
Berbeda dengan waktu aku kerja di Lab dulu. Disana aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah aku sangat menikmati kerja di LPIT Mutiara hati. suasananya jauh-2 berbeda dengan tempat bekerjaku sebelum-belumnya. Disini semua guru dan karyawan wanita semua. Benar-benar tidak ada yang namanya khalwat. Sholat jamaah benar-benar dijaga. Dan yang terpenting aku bisa belajar banyak dari anak-anak didik KB-TKIT Mutiara hati.</p>
<p>Berbeda dengan waktu aku kerja di Lab dulu. Disana aku wanita sendiri.Yang Lain laki-laki semua. Bisa dibayangkan. Meski gaji bisa dibilang gede, tapi aku ngerasa kurang begitu nyaman.</p>
<p>Berbeda lagi ketika aku kerja di salah satu perusahaan asuransi, maaf aku gak berani menyebukan di sini. Takut kisah prita mulyasari menimpaku. Disana benar-benar pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Mungkin orang awam mengatakan hal itu wajar atau lumrah aja, gak aneh toh juga klient kerja khan. Tapi aku menganggap hal itu gak biasa. Disana biasa klo mau presentasi keluar boncengan laki perempuan yang bukan mahram. Dalam hatiku menolak. Karena sejak aku kuliah di semester satu aku dah benar-benar digembleng masalah pergaulan. Pergaulan benar-benar dijaga dalam mentoring ketika aku kuliah.  Alhamdulillah Allah mempertemukan aku dengan laki-laki yang bisa menguatkan aku dalam hal agama. Dan bekerja di tempat manapun aku menjaga pergaulanku dan aku benar-benar menjaga kepercayaan suamiku.</p>
<p>Dan sekarang Allah mempertemukan saudara-saudaraku di mutiara hati. semoga aku di sini bisa betah, enjoy dan nyaman.</p>
<p>Ya Allah bimibinglah aku dan keluargaku dalam setiap langkah-langkah kami. Amiiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=14</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kembali lagi</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=13</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=13#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 22:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[assalaamu&#8217;alaykum warohmatullohi wabarokatuh
lama banget dah gak nyambangi blog aq nih
jadi terkesan terbengkalai
banyak sekali yang sudah terjadi dalam hidup aq.
trakhir kali nulis disini aq masih tinggal di jl.letjen s. parman I/31 yang bisa dibilang meski di kota, tapi suasananya seperti di desa.orang-2nya tepa selira.dan menyenangkan menurutq slama aq tinggal  disana.
sekarang aq dah pindah lagi&#8230;&#8230;.
maklum namanya juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalaamu&#8217;alaykum warohmatullohi wabarokatuh</p>
<p>lama banget dah gak nyambangi blog aq nih</p>
<p>jadi terkesan terbengkalai</p>
<p>banyak sekali yang sudah terjadi dalam hidup aq.</p>
<p>trakhir kali nulis disini aq masih tinggal di jl.letjen s. parman I/31 yang bisa dibilang meski di kota, tapi suasananya seperti di desa.orang-2nya tepa selira.dan menyenangkan menurutq slama aq tinggal  disana.</p>
<p>sekarang aq dah pindah lagi&#8230;&#8230;.</p>
<p>maklum namanya juga kontraktor&#8230;.:D</p>
<p>do&#8217;ain ya&#8230;.biar cepet jadi penduduk tetap alias bukan kontraktor lagi.</p>
<p>tapi semua harus disyukuri. Dengan jadi kontraktor (orang yang mengontrak), saya jadi punya banyak sodara&#8230;&#8230;bersambung</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=13</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kembali lagi</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=12</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=12#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 22:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=12</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Foto-foto Terbaru</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=11</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=11#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Berikut foto-foto aku dan anak-anakku terbaru.  






From Serba-serbi




]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut foto-foto aku dan anak-anakku terbaru. <img src='http://zaujah.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<table style="width:auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/bS2i1Ciwog2gKFX361fNfQ"><img src="http://lh4.ggpht.com/Exblopz/SMD7a1EoOaI/AAAAAAAAALQ/HDIXPbel2ZM/s800/private_2.jpg" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right">From <a href="http://picasaweb.google.com/Exblopz/SerbaSerbi">Serba-serbi</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img src="http://picasaweb.google.com/Exblopz/SerbaSerbi#5242466404600920482" alt="Hana" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=11</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Buah Hatiku</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=10</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=10#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 13:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[




]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3137/2414723143_21b5b989e5.jpg?v=0" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2299/2415545972_24c3ee6656.jpg?v=0" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2372/2415545808_7f9b601e25.jpg?v=0" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2403/2415548576_82b5859ba2.jpg?v=0" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2383/2415549662_e383795d9c.jpg?v=0" alt="" width="500" height="375" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=10</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Test Wawancara dan Micro Teaching di Al Azhar</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=9</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=9#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 12:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[Al Azhar]]></category>

		<category><![CDATA[anakku]]></category>

		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pagi sekitar jam 09.30, aku dapat telpon dari pak Luqman. Beliau adalah ketua Yayasan, Playgroup, TK dan SD Al Azhar. Beliau bilang katanya kepingin ngobrol-ngobrol sedikit dengan diriku. Inginnya bertemu sekitar jam 13.00. Kemudian, bilang, &#8220;Lebih baik lagi sebelum jam 12.30&#8243;. Aku bilang kalau tidak ada acara saat itu. Makanya aku bilang sanggup. Beberapa menit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi sekitar jam 09.30, aku dapat telpon dari pak Luqman. Beliau adalah ketua Yayasan, Playgroup, TK dan SD Al Azhar. Beliau bilang katanya kepingin ngobrol-ngobrol sedikit dengan diriku. Inginnya bertemu sekitar jam 13.00. Kemudian, bilang, &#8220;Lebih baik lagi sebelum jam 12.30&#8243;. Aku bilang kalau tidak ada acara saat itu. Makanya aku bilang sanggup. Beberapa menit kemudian aku dapat sms dari atasanku di Bakrie Life, katanya jam 10.00 aku harus datang ke kantor.</p>
<p>GEDUBRAK!*</p>
<p>Gimana caranya aku sampai ke sana dalam waktu 30 menit? Padahal saat itu aku baru saja mandiin anakku yang kecil. Aku juga belum bersih diri? Nggak ada motor, jadi harus naik angkot. Dengan bergegas aku bersih diri dan berangkat menuju Bakrie Life. Sebelumnya, anakku yang kecil sudah aku bobokkan. Dan Aisyah, ikut neneknya di lantai atas. Nyampai di Bakrie sudah pukul 10.30. Ternyata, di Bakrie Life yang diharuskan meeting adalah manager dari pusat, dan branch manager serta supervisor. Sedangkan aku selaku financial advisor tidak diwajibkan ikut. Saat itu juga aku mengeluh koq tidak dari tadi bilang seperti itu. Aku menggerutu dengan supervisorku. Sudah meninggalkan anak, anakku yang pertama nangis, ternyata di kantor aku nggak diperlukan.</p>
<p>Sekitar jam 12.00, akupun pulang sambil membawa dokumen-dokumen penting dari Bakrie Life, yang akan aku serahkan ke Rumah Cerdas, SD Islam Al Ya&#8217;lu dan TK Kemala Bhayangkari 8. Karena Rumah Cerdas satu jalur dengan tempat tinggalku, makanya aku mampir dulu ke rumah cerdas. Sekalian nanya-nanya tentang bagaimana penitipan anak di sana. Sesampainya di rumah, ternyata sudah pukul 12.45. Padahal aku sudah janji di Al Azhar. Belum sholat dzuhur dan belum makan. Pak Luqman sudah meng-calingku lagi. &#8220;Lagi posisi di mana Mbak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masih di rumah pak&#8221;, jawabku.</p>
<p>Dengan mengajak suamiku yang kebetulan pulang lagi dari <a title="Kantor Suamiku." href="http://www.kapanlagi.com" target="_blank">kantor</a>, karena ada pemadaman listrik, dan mengajak pula anakku yang kecil, kita berangkat ke Al Azhar. Di sana, kita masih nunggu lama ternyata. Satu jam kemudian, aku di suruh masuk ke suatu ruangan yang di situ sudah ada sekitara 5 sampai 6 orang. Pak Luqman mempersilakan aku duduk, di depan orang-orang kemudian, ada satu orang yang kelihatan lebih tua dari yang lain menanyaiku berbagai hal, mulai dari alumni mana, rumah di mana, asli mana, dan sebagainya.</p>
<p>Kemudian, aku disuruh langsung mengajar Science, untuk SD yang dimisalkan anaknya bodoh-bodoh, anak orang miskin dan bandelnya minta ampun. Orang tersebut memintaku mengajar materi bunyi. Setelah itu, di tengah jalan, beliau menginterupsiku bahwa cara mengajarku itu bukan untuk SD, tapi untuk mahasiswa. Akupun jadi kebingungan, karena sebelumnya aku belum pernah mengajar anak SD. Setelah itu, beliau menyuruhku mengajar dengan materi gaya. Sama, seperti sebelumnya, beliau menginterupsiku dan bilang kalau cara mengajarku tidak efektif untuk anak SD. Karena, materi yang kusampaikan tidak ada kaitannya dengan induk ilmu sebelumnya. Setelah itu aku dipersilakan duduk, kemudian orang itu menyuruh guru lain yang ada di situ untuk mengajar juga, dengan materi fotosintesis.</p>
<p>Sama halnya yang terjadi denganku. Di tengah jalan, guru itu mengajar, langsung diinterupsi. Terus orang itu, memberi wejangan-wejangan seputar manajemen di sekolah itu. Aku mendengar anakku nangis, rasanya ingin cepat keluar dan keluar dari ruangan itu, tapi aku nggak enak. Apa langsung keluar, minta ijin atau apa ya? Aku urungkan niatku. Sambil menunggu sampai acara itu selesai. Setengah jam kemudian, orang yang memberi petuah atau apalah itu, mengucapkan salam penutupan dan selesai. Aku keluar dari ruangan itu lebih dulu dari yang lain.</p>
<p>Kuhampiri anak dan suamiku. Dan pak Luqman mempersilakan diriku untuk menyusui anakku di ruangannya. Setelah itu kitapun pulang, eit&#8230;suamiku harus kembali ke kantornya, soalnya listriknya udah nyala. Jadi kami berpisah di depan Araya, setelah berjalan menelusuri gang Pulosari III.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=9</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kelucuan Si Kecil</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=8</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=8#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 11:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[aisyah]]></category>

		<category><![CDATA[amjad]]></category>

		<category><![CDATA[anakku]]></category>

		<category><![CDATA[hana']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Hari semakin hari, kedua buah hatiku tambah lucu dan lucu. Yang satu suka teriak-teriak, yang satunya lagi mainan semua barang-barang di rumah tidak karuan. Yang paling membuatku apa yaa&#8230;. tertawa sendiri adlah ketika melihat berita di tv sambil menaruh anakku yang kecil di pangkuan. Si Aisy, anak pertamaku, menggoda adiknya sambil ngomong yang tidak jelas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari semakin hari, kedua buah hatiku tambah lucu dan lucu. Yang satu suka teriak-teriak, yang satunya lagi mainan semua barang-barang di rumah tidak karuan. Yang paling membuatku apa yaa&#8230;. tertawa sendiri adlah ketika melihat berita di tv sambil menaruh anakku yang kecil di pangkuan. Si Aisy, anak pertamaku, menggoda adiknya sambil ngomong yang tidak jelas, apa itu artinya. Eh.. ternyata, si Hana&#8217; anak keduaku, <em>ngekek</em>, tertawa terpingkal-pingkal melihat kakaknya. Menendang-nendangkan kakinya di lantai.</p>
<p>Aku biarkan mereka bermain. Yang penting, mereka senang, nggak nangis dan nggak membahayakan diri mereka sendiri. Aku melihat berita di tv yang saat itu membahas FPI dan kasus suap BLBI. Andai punya kamera digital, atau HP berkamera, kufoto anakku saat itu. Dan aku upload biar pembaca bisa melihat. <img src='http://zaujah.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pasti akan ikut tertawa juga. Tunggu aja kabar berikutnya. Eh, iya&#8230;anak terkecilku sejak umur 3,5 bulan sudah bisa tengkurap lho, cek aja <a title="Amjad Hamba Al Majid" href="http://amjad.abuaisyah.org" target="_blank">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=8</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>panggilan tes wawancara</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=7</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dari banyaknya surat lamaran yang kumasukkan, aku berharap ada panggilan. Aku mengira kalau di bakrie life, jabatan Financial Advisor tentu gajinya gedhe. yah paling enggak diatas 1 juta lah.
seminggu setelah aku menunggu, akupun ada tes wawancara di bakrie life. hari jum&#8217;at jam 1 siang. waduh aku naik apa yah kesana. Yang terlintas dalam pikiranku ya&#8230;minta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari banyaknya surat lamaran yang kumasukkan, aku berharap ada panggilan. Aku mengira kalau di bakrie life, jabatan Financial Advisor tentu gajinya gedhe. yah paling enggak diatas 1 juta lah.</p>
<p>seminggu setelah aku menunggu, akupun ada tes wawancara di bakrie life. hari jum&#8217;at jam 1 siang. waduh aku naik apa yah kesana. Yang terlintas dalam pikiranku ya&#8230;minta tolong ma suami.<br />
aku mencoba menghubungi suamiku lewat HP. &#8220;Pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan&#8221;. Duh pulsa habis lagi. Jalan satu-satunya yah telpon lewat wartel. kedua anakku gak ada yang bobo. gak mungkin lah aku tinggalkan kedua anakku ma pembantu. yang kuajak cari wartel yah yang gedhe. Soalnya anakku yang gedhe manjanya minta ampun. apa-apa minta sama umminya. Bahkan aku tinggal kekamar mandi bentar aja nangisnya bukan kepalang. Bisa-bisa satu kampung denger semua.<br />
Dengan menggendong anakku, aku berjalan mencari wartel disekitar tempat tinggalku. ternyata gak ada yang buka. Aku berjalan lebih jauh lagi. Aku yakin pasti ada yang buka. Dan alhamdulillah ada wartel yang buka meski lumayan jauh.<br />
Orang yang pertama kali aku telpon adalah suamiku. Sebenarnya kalau telpon dari HP sesama fren murah banget 9 rupiah/ detik di menit pertama. selanjutnya gratis tis.Bukan promosi lho ya&#8230;&#8230;<br />
Tapi kalau dari wartel tentu aja muahal. makanya aku siasati aku hanya bilang..&#8221;Telpon balik sekarang&#8221;. Suamiku pasti ngerti. Beberapa detik kemudian, suamiku pun menelponku balik,.<br />
Ternyata semua di luar dugaan. Suamiku gak bisa mengantarku. aku ganti menelpon adikku. ternyata yang bunyi;&#8221;ini adalah kotak suara&#8221;. Gubrakkk! aku telpon LL dimana adikku bekerja. Ternyata kata admin adikku dah pulang.<br />
Aku akhirnya pulang kerumah. adikku gak ada di rumah. Aku naik angkot aja ah. pikirku. anakku yang kecil kulihat bobo&#8217;. aku minta tolong ma pembantuku untuk membuatkan susu buat Aisy biar bisa bobo&#8217; ketika aku tinggal. Akupun pergi ke kantor Bakrie life naik angkot. Biasanya naik angkot tuh lamanya bukan main.  Ternyata aku nyampek sana jam 11.30. waduh aku ngapain ya&#8230; janjiannya khan jam 1 siang masan lum ada jam 1 aku masuk. </p>
<p>Akhirnya aku nyari warnet. Biasanya waktu akan cepet bergulir kalau masuk warnet. Eh bukannya warnet yang kudapatkan tapi penyedia layanan ISP.<br />
kulihat jam di HP menunjukkan jam 12:30. Akhirnya aku puntuskan masuk ke kantor bakrie life aja. Ama satpam aku disapa;&#8221;Mau ketemu ma siapa mbak? Aku jawab,&#8221;Ibu Titin&#8221;.<br />
Oh. Langsung ke atas aja mbak. Saat pertma kali melewati pintu kantor bakrie life ada sesuatu yang aneh di kakiku. Sontak aku lihat kebawah. Ternyata sepatuku yang sebelah kanan bawahnya alias Solnya jebol.<br />
Duh&#8230;. malu banget nih. semoga ga ada yang melihatnya. Alhamdulillah aku memakai rok yang panjangnya menutupi kakiku. Jadinya gak kelihatan deh. Setelah aku diwawancarai aku keluar dari kantor itu. Kulihat ada toko di sebelah. aku beli sendal jepit aja. Biar nyaman untuk berjalan. Berangkat pakai sepatu pulangny pakai sendal jepit&#8230;&#8230;..kerennnn khan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>melamar kerjaan</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=6</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=6#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[seminggu ini aku kesana-sini melamar kerja di banyak tempat. Mulai di sekolah SD,SMP,SMA,WOM Finance sampai di Bakrie life. Sehari kadang aku bisa di dua tempat. O ya, aku naik angkot lho perginya. panas, capek, ehmmm&#8230;.seru pokoknya!
ada yang menerima aku dengan baik. Ditanyai dengan baik darimana asalnya,alumni mana,jurusan apa dsb. tapi tak jarang juga ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seminggu ini aku kesana-sini melamar kerja di banyak tempat. Mulai di sekolah SD,SMP,SMA,WOM Finance sampai di Bakrie life. Sehari kadang aku bisa di dua tempat. O ya, aku naik angkot lho perginya. panas, capek, ehmmm&#8230;.seru pokoknya!</p>
<p>ada yang menerima aku dengan baik. Ditanyai dengan baik darimana asalnya,alumni mana,jurusan apa dsb. tapi tak jarang juga ada yang menyuruh aku meletakkan amplop berisi lamaran di meja satpam aja kemudian say good bey.<span id="more-6"></span>Duh..kalau udah seperti itu aku hanya bisa menghela napas panjang. Pengalamanku yang paling membekas di benakku, ketika aku naik angkot uang yang kubawa 50 ribuan. Trus sopir angkotnya gak punya kembalian. Sopir angkot tuh dengan nada tinggi ngomong ke aku;Gak ada uang pas mbak? aku cuman menggelengkan kepala. Trus angkot itu menyerahkan uangku kembali. Nih, gak usah bayar aja. Karna aku harus oper angkot dua kali aku berjalan dikit trus ganti angkot lain. Tujuanku di SMA Shalahuddin malang. Aku pikir angkot AG dengan Ga tuh sama. Eh ternyata beda. kalau GA belok ke arah kiri, kalau AG lurus. Aku jadinya harus merogoh kocek 2 ribu lagi. Alhamdulillah sampai di SMAaku diterima baik di sana. Gak tahu beliau bagian apa . Waktu kutanya bapak disini selaku apa, beliau hanya ngomong kalau hanya sekedar bantu-bantu. jangan-jangan kepala sekolahnya. hiiiii&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=6</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HADITS DAN RIWAYAT PALSU DI SEBAGIAN PENGAJIAN</title>
		<link>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=4</link>
		<comments>http://zaujah.abuaisyah.org/?p=4#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 03:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Aisyah Al Atsari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hadits]]></category>

		<category><![CDATA[maudu']]></category>

		<category><![CDATA[palsu]]></category>

		<category><![CDATA[pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaujah.abuaisyah.org/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari
AL-QUR’AN DAN SUNNAH ADALAH SUMBER PERBAIKAN HATI
Kita, kaum muslimin, harusnya tidak menulis, atau tidak menyampaikan ceramah maupun khutbah, kecuali berisi ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits yang shahih dan kisah-kisah yang benar. Tidak perlu membawakan hadits-hadits yang dha’if (lemah), maudhu dan kisah-kisah batil. Dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan.
“…Maka dengan perkataan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh<br />
Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari</p>
<p>AL-QUR’AN DAN SUNNAH ADALAH SUMBER PERBAIKAN HATI<br />
Kita, kaum muslimin, harusnya tidak menulis, atau tidak menyampaikan ceramah maupun khutbah, kecuali berisi ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits yang shahih dan kisah-kisah yang benar. Tidak perlu membawakan hadits-hadits yang dha’if (lemah), maudhu dan kisah-kisah batil. Dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan.</p>
<p>“…Maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya” [Al-Jatsiyah : 6]</p>
<p>Maksudnya, barangsiapa tidak mengimani Al-Qur’an dan Sunnah, tidak terobati hatinya dengan Al-Qur’an dan Sunnah, niscaya tidak akan pernah memperoleh penawar dengan apapun. Apakah seseorang bisa membenahi hatinya dengan kisah-kisah yang berderajat lemah dan palsu?</p>
<p>Memang, terkadang cerita-cerita palsu bisa mengguratkan pengaruh bagus kepada pendengarnya. Akan tetapi, hanya bersifat temporer (sementara) saja. Syaikh Al-Albani rahimahullah pernah mendengarkan ceramah dari orang yang beliau kagumi gaya bicaranya. Ia seorang penceramah ulung. Ia membawakan hadits-hadits lemah dan palsu dengan cara yang sangat menarik. Ternyata, beliau tersentuh, sampai menangis saat menyimaknya, meski mengetahui kisah itu palsu. Demikianlah tabiat hati manusia, rentan terpana oleh cerita-cerita yang mengharukan.<span id="more-4"></span></p>
<p>Ini mengingatkan kepada yang diriwayatkan dari Imam Ahmad rahimahullah. Beliau pernah ditanya perihal Al-Harits Al-Muhasibi, seputar jati dirinya, hukum menimba ilmu dan mendatangi majlisnya. Imam Ahmad rahimahullah memilih untuk langsung mendatangi majlis Al-Harits bin Al-Muhasibi untuk mencari tahu.</p>
<p>Beliau tidak duduk di bagian depan Al-Harits, tetapi menyembunyikan diri di balik penutup. Dari situ, beliau mendengar ceramah. Murid-murid menjumpai Imam Ahmad rahimahullah. Tak disangka, kedepatan air matanya bercucuran. Meski demikian, beliau melarang murid-murid mengambil hadits darinya. Begitulah, ceramahnya hanya mempermainkan perasaan, mempengaruhi emosi saja. Bukan lantaran tersulut oleh pengaruh yang syar’i, yaitu melalui Al-Qur’an dan Sunnah.</p>
<p>Menilik fenomena ini, praktek membawakan kisah-kisah yang tidak bisa dipertanggung jawabakan tidak hanya sampai di sini saja. Bahkan sekarang ini, salah seorang muballigh tidak hanya mengisahkan cerita-cerita palsu produk zaman dulu, tetapi juga membuatnya sendiri.</p>
<p>Saya pernah memperoleh cerita yang sempat populer pada waktu lampau dari seseorang. Dimana-mana, sang muballigh membawakan kisah taubat murni dari seorang lelaki bernama Ahmad yang sangat mengharukan, setelah bergelimang kesalahan demi kesalahan. Ternyata, sang pencerita itu mengakui, bahwa dialah kreator cerita yang dimaksud, untuk mengingatkan dan melembutkan hati manusia. Jadi, siapa saja yang belum merasa cukup dengan kandungan Al-Qur’an dan Sunnah, maka bacaan-bacaan lain tidak bisa mewakilinya.</p>
<p>Alhamdulillah, kaidah-kaidah (Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama untuk menarik hati manusia, pent) seperti ini, tidak banyak orang yang mengetahuinya. Kalaupun ada yang mengetahuinya, tidak terlalu menekankannya. Bahkan, di sebagian golongan terdapat unsur kesengajaan untuk menyembunyikan masalah ini. Berbeda dengan Ahli Sunnah, Ahlul Hadits yang memegang manhaj Salaf. Urusan-urusan mereka sangat jelas, saling memberi nasihat dengan hal-hal yang berdasarkan pada kebenaran. Ini merupakan sebuah keutamaan yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Ahli Sunnah.</p>
<p>Kesimpulannya, kita tidak boleh menyebutkan, baik dalam mengajar, khutbah, berceramah, maupun tulisan, kecuali nash-nash yang jelas tsabit dan hadits-hadits yang shahih.</p>
<p>HAKIKAT MAU’IZAH (CERAMAH)<br />
Sebagian orang yang berasumsi bahwa mau’izhah (lebih dikenal oleh masyarakat kita dengan mau’izhah hasanah, pent) hanya berbentuk menyajikan kisah-kisah semata, untaian kata yang mampu melembutkan dan mengharukan hati. Namun, sesuai dengan tekstual Al-Qur’an, mau’izhah (hasanah) adalah pembicaraan tentang tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan tentang Luqman dalam firman-Nya.</p>
<p>“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi mau’izhah kepadanya : “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar zhalim yang besar” [Luqman : 13]</p>
<p>Ayat di atas menyebutkan bahwa ra’sul mau’izhah (inti mau’izhah) adalah pembicaraan tentang tauhid. Dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan.</p>
<p>“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan mau’izhah kepada kami, air mata bercucuran karenanya dan hati-hati menjadi takut. Seakan-akan itu merupakan mau’izhah orang yang mau pergi meninggalkan (kami). “Wahai Rasulullah, sampaikan wasiat kepada kami”, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mendengar dan taat kepada penguasa, walaupun seorang budak hitam memimpin kalian. Sesungguhnya orang yang hidup (panjang) dari kalian akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Maka, kewajiban kalian adalah memegangi Sunnahku….” [HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad]</p>
<p>Dengan memperhatikan hadits diatas, ternyata mau’izhah (hasanah) itu berupa pesan ketakwaan (tauhid) pembicaraan tentang manhaj dan perintah memegang Sunnah yang terangkum dalam mau’izhah.</p>
<p>Jadi, penceramah sejati, ialah orang yang melembutkan hati manusia dengan dakwah kepada tauhid dan berpegang teguh dengan Sunnah. Membersihkan hati mereka dengan Al-Qur’anul Karim, Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan biografi generasi Salafush Shalih dan mengajak hati mereka menuju cara pemahaman Islam yang benar (manhaj shahih). Inilah mau’izhah yang sebenarnya. Bukan dengan cara membawakan kisah-kisah dan hikayat-hikayat yang lemah, maupun kata-kata yang dibuat-buat dan jauh dari cahaya Al-Kitab dan Sunnah.</p>
<p>Masih banyak berkembang fenomena para da’i yang membawakan hadits-hadits dan riwayat-riwayat palsu untuk merebut hati manusia. Mungkin saja ada yang berkata “bukankah diperbolehkan bertumpu pada hadits dha’if dalam urusan fadhailul a’mal dan at-targhib wa-tarhib? Jawabannya, berdasarkan pendapat yang rajih, hukumnya tidak boleh. Bahkan ulama yang memperbolehkannya, telah menetapkan beberapa syarat yang sebenarnya hampir mustahil untuk dipenuhi, dan dijadikan pedoman serta berkumpul dalam sebuah hadits dha’if.</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Tabyiniil-Ajab fi ma Warada fi Fadhil Rajab dan muridnya Ash-Shakawi rahimahullah dalam Al-Qaulul Badi Fish-Shalati was-Salami Alasl Habibi Asy-Syafi’ telah menggariskan empat syarat, yaitu : kelemahannya tidak parah, berada dalam konteks amalan yang syar’i, tidak boleh diyakini dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengamalkan atau menggunakannya sebagai dalil (istidlal), dan hendaklah diriwayatkan dengan bentuk tamridh (lafazh yang menunjukkan kelemahan riwayat), bukan dengan bentuk ketegasan mengenai kepastian kebenaran riwayat itu. Seperti qila, yuqalu, yurwa, (dikatakan, diriwayatkan, dan lafazh-lafazh lain yang menunjukkan kelemahan derajatnya. pent)</p>
<p>Imam Abu Syamah Al-Maqdisi rahimahullah dalam kitab Al-Ba’its fi Inkaril Bida’ wal Hawadits, bahkan menilai syarat terakhir belum sempurna, sehingga harus ditambah dengan keterangan “wajib diterangkan kelemahannya secara terang-terangan”. Sebab, tidak semua orang mengetahui istilah-istilah di atas. Empat syarat ini cukup sulit terpenuhi seorang pembicara, muballigh atau pengajar.</p>
<p>Para ulama telah memperingatkan umat dari para tukang dongeng (al-qashshash). Mereka ini berada pada masa tertentu, dan akhirnya akan lenyap begitu saja ; karena modal yang mereka miliki telah habis.</p>
<p>PERINGATAN ULAMA TERHADAP MUBALLIGH-MUBALIGH YANG MENGUSUNG CERITA-CERITA PALSU<br />
Keberadaaan muballigh yang membawakan kisah-kisah dan hikayat-hikayat palsu telah diperingatkan oleh ulama dalam kitab-kitab mereka. Orang-orang yang ceramahnya berisi cerita-cerita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan ini tetap selalu ada di tengah masyarakat. Namun masa popularitas mereka tidak bertahan lama. Karena modal yang mereka miliki tidak banyak. Hanya mempunyai 10 atau 100 cerita. Oleh karena itu, kalau kita mau mendata nama-nama muballigh model ini untuk kurun waktu sepuluh tahun sebelumnya, ternyata sudah jauh dari hati masyarakat. Karena pengaruh mereka hanya sementara. (Ini) berbeda dengan ulama-ulama Rabbaniyyun, pengaruh positif dari mereka tetap bertahan, mereka pun masih eksis dan nama mereka selalu dikenang di tengah masyarakat.</p>
<p>Sekilas, saya terkadang menyaksikan seorang muballigh yang sedang berdo’a di televisi. Melalui caranya memanjatkan doa, seakan-akan ia sedang memainkan peran dalam sebuah sandiwara, memejamkan mata, mencucurkan air mata, hingga tidak nampak sedang berdakwah.</p>
<p>Sedangkan seorang alim hakiki, ketika ia berbicara, maka kandungannya adalah qalallah dan qala Rasulullah (ayat-ayat dan hadits-hadits Rasulullah yang shahih), sebagaimana yang dilantunkan Imam Syafi’i dalam salah satu bait syairnya.</p>
<p>“Ilmu (yang benar) itu ilmu yang berisi periwayatan haddatsana.<br />
Dan (yang) selain itu, hanyalah hasil bisikan dari setan-setan”.</p>
<p>Wallahu a’lam</p>
<p>[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaujah.abuaisyah.org/?feed=rss2&amp;p=4</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
