kembali lagi

assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh

lama banget dah gak nyambangi blog aq nih

jadi terkesan terbengkalai

banyak sekali yang sudah terjadi dalam hidup aq.

trakhir kali nulis disini aq masih tinggal di jl.letjen s. parman I/31 yang bisa dibilang meski di kota, tapi suasananya seperti di desa.orang-2nya tepa selira.dan menyenangkan menurutq slama aq tinggal  disana.

sekarang aq dah pindah lagi…….

maklum namanya juga kontraktor….:D

do’ain ya….biar cepet jadi penduduk tetap alias bukan kontraktor lagi.

tapi semua harus disyukuri. Dengan jadi kontraktor (orang yang mengontrak), saya jadi punya banyak sodara……bersambung

kembali lagi

Foto-foto Terbaru

Berikut foto-foto aku dan anak-anakku terbaru. :)

From Serba-serbi

Hana

Foto Buah Hatiku

Test Wawancara dan Micro Teaching di Al Azhar

Pagi sekitar jam 09.30, aku dapat telpon dari pak Luqman. Beliau adalah ketua Yayasan, Playgroup, TK dan SD Al Azhar. Beliau bilang katanya kepingin ngobrol-ngobrol sedikit dengan diriku. Inginnya bertemu sekitar jam 13.00. Kemudian, bilang, “Lebih baik lagi sebelum jam 12.30″. Aku bilang kalau tidak ada acara saat itu. Makanya aku bilang sanggup. Beberapa menit kemudian aku dapat sms dari atasanku di Bakrie Life, katanya jam 10.00 aku harus datang ke kantor.

GEDUBRAK!*

Gimana caranya aku sampai ke sana dalam waktu 30 menit? Padahal saat itu aku baru saja mandiin anakku yang kecil. Aku juga belum bersih diri? Nggak ada motor, jadi harus naik angkot. Dengan bergegas aku bersih diri dan berangkat menuju Bakrie Life. Sebelumnya, anakku yang kecil sudah aku bobokkan. Dan Aisyah, ikut neneknya di lantai atas. Nyampai di Bakrie sudah pukul 10.30. Ternyata, di Bakrie Life yang diharuskan meeting adalah manager dari pusat, dan branch manager serta supervisor. Sedangkan aku selaku financial advisor tidak diwajibkan ikut. Saat itu juga aku mengeluh koq tidak dari tadi bilang seperti itu. Aku menggerutu dengan supervisorku. Sudah meninggalkan anak, anakku yang pertama nangis, ternyata di kantor aku nggak diperlukan.

Sekitar jam 12.00, akupun pulang sambil membawa dokumen-dokumen penting dari Bakrie Life, yang akan aku serahkan ke Rumah Cerdas, SD Islam Al Ya’lu dan TK Kemala Bhayangkari 8. Karena Rumah Cerdas satu jalur dengan tempat tinggalku, makanya aku mampir dulu ke rumah cerdas. Sekalian nanya-nanya tentang bagaimana penitipan anak di sana. Sesampainya di rumah, ternyata sudah pukul 12.45. Padahal aku sudah janji di Al Azhar. Belum sholat dzuhur dan belum makan. Pak Luqman sudah meng-calingku lagi. “Lagi posisi di mana Mbak?”

“Masih di rumah pak”, jawabku.

Dengan mengajak suamiku yang kebetulan pulang lagi dari kantor, karena ada pemadaman listrik, dan mengajak pula anakku yang kecil, kita berangkat ke Al Azhar. Di sana, kita masih nunggu lama ternyata. Satu jam kemudian, aku di suruh masuk ke suatu ruangan yang di situ sudah ada sekitara 5 sampai 6 orang. Pak Luqman mempersilakan aku duduk, di depan orang-orang kemudian, ada satu orang yang kelihatan lebih tua dari yang lain menanyaiku berbagai hal, mulai dari alumni mana, rumah di mana, asli mana, dan sebagainya.

Kemudian, aku disuruh langsung mengajar Science, untuk SD yang dimisalkan anaknya bodoh-bodoh, anak orang miskin dan bandelnya minta ampun. Orang tersebut memintaku mengajar materi bunyi. Setelah itu, di tengah jalan, beliau menginterupsiku bahwa cara mengajarku itu bukan untuk SD, tapi untuk mahasiswa. Akupun jadi kebingungan, karena sebelumnya aku belum pernah mengajar anak SD. Setelah itu, beliau menyuruhku mengajar dengan materi gaya. Sama, seperti sebelumnya, beliau menginterupsiku dan bilang kalau cara mengajarku tidak efektif untuk anak SD. Karena, materi yang kusampaikan tidak ada kaitannya dengan induk ilmu sebelumnya. Setelah itu aku dipersilakan duduk, kemudian orang itu menyuruh guru lain yang ada di situ untuk mengajar juga, dengan materi fotosintesis.

Sama halnya yang terjadi denganku. Di tengah jalan, guru itu mengajar, langsung diinterupsi. Terus orang itu, memberi wejangan-wejangan seputar manajemen di sekolah itu. Aku mendengar anakku nangis, rasanya ingin cepat keluar dan keluar dari ruangan itu, tapi aku nggak enak. Apa langsung keluar, minta ijin atau apa ya? Aku urungkan niatku. Sambil menunggu sampai acara itu selesai. Setengah jam kemudian, orang yang memberi petuah atau apalah itu, mengucapkan salam penutupan dan selesai. Aku keluar dari ruangan itu lebih dulu dari yang lain.

Kuhampiri anak dan suamiku. Dan pak Luqman mempersilakan diriku untuk menyusui anakku di ruangannya. Setelah itu kitapun pulang, eit…suamiku harus kembali ke kantornya, soalnya listriknya udah nyala. Jadi kami berpisah di depan Araya, setelah berjalan menelusuri gang Pulosari III.

Kelucuan Si Kecil

Hari semakin hari, kedua buah hatiku tambah lucu dan lucu. Yang satu suka teriak-teriak, yang satunya lagi mainan semua barang-barang di rumah tidak karuan. Yang paling membuatku apa yaa…. tertawa sendiri adlah ketika melihat berita di tv sambil menaruh anakku yang kecil di pangkuan. Si Aisy, anak pertamaku, menggoda adiknya sambil ngomong yang tidak jelas, apa itu artinya. Eh.. ternyata, si Hana’ anak keduaku, ngekek, tertawa terpingkal-pingkal melihat kakaknya. Menendang-nendangkan kakinya di lantai.

Aku biarkan mereka bermain. Yang penting, mereka senang, nggak nangis dan nggak membahayakan diri mereka sendiri. Aku melihat berita di tv yang saat itu membahas FPI dan kasus suap BLBI. Andai punya kamera digital, atau HP berkamera, kufoto anakku saat itu. Dan aku upload biar pembaca bisa melihat. :)

Pasti akan ikut tertawa juga. Tunggu aja kabar berikutnya. Eh, iya…anak terkecilku sejak umur 3,5 bulan sudah bisa tengkurap lho, cek aja di sini.

panggilan tes wawancara

Dari banyaknya surat lamaran yang kumasukkan, aku berharap ada panggilan. Aku mengira kalau di bakrie life, jabatan Financial Advisor tentu gajinya gedhe. yah paling enggak diatas 1 juta lah.

seminggu setelah aku menunggu, akupun ada tes wawancara di bakrie life. hari jum’at jam 1 siang. waduh aku naik apa yah kesana. Yang terlintas dalam pikiranku ya…minta tolong ma suami.
aku mencoba menghubungi suamiku lewat HP. “Pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan”. Duh pulsa habis lagi. Jalan satu-satunya yah telpon lewat wartel. kedua anakku gak ada yang bobo. gak mungkin lah aku tinggalkan kedua anakku ma pembantu. yang kuajak cari wartel yah yang gedhe. Soalnya anakku yang gedhe manjanya minta ampun. apa-apa minta sama umminya. Bahkan aku tinggal kekamar mandi bentar aja nangisnya bukan kepalang. Bisa-bisa satu kampung denger semua.
Dengan menggendong anakku, aku berjalan mencari wartel disekitar tempat tinggalku. ternyata gak ada yang buka. Aku berjalan lebih jauh lagi. Aku yakin pasti ada yang buka. Dan alhamdulillah ada wartel yang buka meski lumayan jauh.
Orang yang pertama kali aku telpon adalah suamiku. Sebenarnya kalau telpon dari HP sesama fren murah banget 9 rupiah/ detik di menit pertama. selanjutnya gratis tis.Bukan promosi lho ya……
Tapi kalau dari wartel tentu aja muahal. makanya aku siasati aku hanya bilang..”Telpon balik sekarang”. Suamiku pasti ngerti. Beberapa detik kemudian, suamiku pun menelponku balik,.
Ternyata semua di luar dugaan. Suamiku gak bisa mengantarku. aku ganti menelpon adikku. ternyata yang bunyi;”ini adalah kotak suara”. Gubrakkk! aku telpon LL dimana adikku bekerja. Ternyata kata admin adikku dah pulang.
Aku akhirnya pulang kerumah. adikku gak ada di rumah. Aku naik angkot aja ah. pikirku. anakku yang kecil kulihat bobo’. aku minta tolong ma pembantuku untuk membuatkan susu buat Aisy biar bisa bobo’ ketika aku tinggal. Akupun pergi ke kantor Bakrie life naik angkot. Biasanya naik angkot tuh lamanya bukan main. Ternyata aku nyampek sana jam 11.30. waduh aku ngapain ya… janjiannya khan jam 1 siang masan lum ada jam 1 aku masuk.

Akhirnya aku nyari warnet. Biasanya waktu akan cepet bergulir kalau masuk warnet. Eh bukannya warnet yang kudapatkan tapi penyedia layanan ISP.
kulihat jam di HP menunjukkan jam 12:30. Akhirnya aku puntuskan masuk ke kantor bakrie life aja. Ama satpam aku disapa;”Mau ketemu ma siapa mbak? Aku jawab,”Ibu Titin”.
Oh. Langsung ke atas aja mbak. Saat pertma kali melewati pintu kantor bakrie life ada sesuatu yang aneh di kakiku. Sontak aku lihat kebawah. Ternyata sepatuku yang sebelah kanan bawahnya alias Solnya jebol.
Duh…. malu banget nih. semoga ga ada yang melihatnya. Alhamdulillah aku memakai rok yang panjangnya menutupi kakiku. Jadinya gak kelihatan deh. Setelah aku diwawancarai aku keluar dari kantor itu. Kulihat ada toko di sebelah. aku beli sendal jepit aja. Biar nyaman untuk berjalan. Berangkat pakai sepatu pulangny pakai sendal jepit……..kerennnn khan…

melamar kerjaan

seminggu ini aku kesana-sini melamar kerja di banyak tempat. Mulai di sekolah SD,SMP,SMA,WOM Finance sampai di Bakrie life. Sehari kadang aku bisa di dua tempat. O ya, aku naik angkot lho perginya. panas, capek, ehmmm….seru pokoknya!

ada yang menerima aku dengan baik. Ditanyai dengan baik darimana asalnya,alumni mana,jurusan apa dsb. tapi tak jarang juga ada yang menyuruh aku meletakkan amplop berisi lamaran di meja satpam aja kemudian say good bey. (more…)

HADITS DAN RIWAYAT PALSU DI SEBAGIAN PENGAJIAN

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari

AL-QUR’AN DAN SUNNAH ADALAH SUMBER PERBAIKAN HATI
Kita, kaum muslimin, harusnya tidak menulis, atau tidak menyampaikan ceramah maupun khutbah, kecuali berisi ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits yang shahih dan kisah-kisah yang benar. Tidak perlu membawakan hadits-hadits yang dha’if (lemah), maudhu dan kisah-kisah batil. Dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan.

“…Maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya” [Al-Jatsiyah : 6]

Maksudnya, barangsiapa tidak mengimani Al-Qur’an dan Sunnah, tidak terobati hatinya dengan Al-Qur’an dan Sunnah, niscaya tidak akan pernah memperoleh penawar dengan apapun. Apakah seseorang bisa membenahi hatinya dengan kisah-kisah yang berderajat lemah dan palsu?

Memang, terkadang cerita-cerita palsu bisa mengguratkan pengaruh bagus kepada pendengarnya. Akan tetapi, hanya bersifat temporer (sementara) saja. Syaikh Al-Albani rahimahullah pernah mendengarkan ceramah dari orang yang beliau kagumi gaya bicaranya. Ia seorang penceramah ulung. Ia membawakan hadits-hadits lemah dan palsu dengan cara yang sangat menarik. Ternyata, beliau tersentuh, sampai menangis saat menyimaknya, meski mengetahui kisah itu palsu. Demikianlah tabiat hati manusia, rentan terpana oleh cerita-cerita yang mengharukan. (more…)

HUKUM MEMBACA AL-QUR’AN BAGI ORANG JUNUB, WANITA HAID DAN NIFAS

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

“Artinya : Dari Ibnu Umar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Janganlah perempuan yang haid dan orang yang junub membaca sedikit pun juga dari (ayat) Al-Qur’an.”

Dalam riwayat yang lain, “Janganlah orang yang junub dan perempuan yang haid membaca sedikit pun juga dari (ayat) Al-Qur’an”

DLA’IF Dikeluarkan oleh Tirmidzi (no. 121). Ibnu Majah (no. 595 dan 596). Ad-Daruquthni (1/117) dan Baihaqiy (1/89), dari jalan Ismail bin Ayyaasy dari Musa bin Uqbah dari Naafi, dari Ibnu Umar (ia berkata seperti di atas)

Berkata Imam Bukhari, “Ismail (bin Ayyaasy) munkarul hadits (apabila dia meriwayatkan hadits) dari penduduk Hijaz dan penduduk Iraq” [1]

Saya berkata : Hadits di atas telah diriawayatkan oleh Ismail bin Ayyaasy dari Musa bin Uqbah seorang penduduk Iraq. Dengan demikian riwayat Ismail bin Ayyaasy dla’if.
(more…)